Taman Astakona
[00:33.44] Umpama mimpi ku kecap kenangan
[00:39.19] Taman permainan masa kecil dulu
[00:45.19] Sisip senyum mu
[00:47.69] Kemanisan tanpa gula
[00:50.94] Meninggalkan seribu keresahan
[00:56.44] Kala gerimis menitis di hati
[01:02.44] Kenangan lenyap tanpa sedar
[01:07.94] Mungkinkah ada lagi
[01:10.44] Saat saat indah itu
[01:13.68] Agar dapat kita bersama lagi
[01:21.44] Dalam kelam engkau datang
[01:24.69] Memujuk hati yang sepi
[01:27.69] Dalam terang engkau hilang entah ke mana
[01:32.93] Andai kata hanya mimpi
[01:35.94] Mengusik kenangan silam
[01:38.94] Mengapa hangat tangan mu ku terasa
[01:47.18] Namamu kuukir di pohon di tepi taman
[01:53.19] Sebagai hiasan lambang cinta yang terlarang
[01:58.94] Semoga kau terlihat tika melintasi taman
[02:04.19] Sebagai tanda percintaan abadi
[02:10.18] Ataupun pada malam
[02:12.89] Namun nan cahaya purnama menyuluh
[02:16.64] Ukiran yang memanggil sejuta seri
[02:21.94] Yang menghias taman ini
[02:24.19] Penuh dengan cahaya misteri
[02:27.19] Kekosongan hingga ia
[02:29.94] Kesepian
[02:35.68] Harumnya mawar menyulam asmara
[02:41.69] Harum cempaka kesayuan
[02:47.43] Di taman astakona yang tiba-tiba menyepi
[02:52.93] Mungkinkah akan begini selamanya
[03:07.93] Dalam kelam engkau datang
[03:11.18] Memujuk hati yang sepi
[03:14.18] Dalam terang engkau hilang entah ke mana
[03:19.43] Andai kata hanya mimpi
[03:22.43] Mengusik kenangan silam
[03:25.43] Mengapa hangat tangan mu ku terasa
[03:33.68] Namamu kuukir di pohon di tepi taman
[03:39.69] Sebagai hiasan lambang cinta yang terlarang
[03:45.44] Semoga kau terlihat tika melintasi taman
[03:50.96] Sebagai tanda percintaan abadi
[03:56.44] Ataupun pada malam
[03:59.19] Namun nan cahaya purnama menyuluh
[04:02.94] Ukiran yang memanggil sejuta seri
[04:08.18] Yang menghias taman ini
[04:10.69] Penuh dengan cahaya misteri
[04:13.43] Kekosongan hingga ia
[04:16.43] Kesepian
