Pemergian
[00:19.58] Malam yang tenang, dia termenung melihat bintang
[00:24.33] Kondisi ruang, tidak seperti dulunya lapang
[00:29.34] Semenjak ayahnya pulang, duduk semeja tak pernah sembang
[00:33.84] Tidak menentang, walau semalam baru mengarang
[00:37.08] Tulisannya sekadar lantang
[00:39.33] Menangis lagi
[00:40.45] Ibu menjerit tak abis lagi
[00:42.96] Kendiri meratap memori palsu
[00:45.45] Memintal segala polisemi dalam puisi
[00:48.57] Mabuk todi, ayahnya angkat kaki
[00:51.44] Rasian ngeri seperti ruji
[00:53.94] Jadi dia saksikan segala sara bara ini
[00:57.04] Tuhan nak menguji
[00:58.65] Nyanyikanlah siulan syurga
[01:06.40] Engkau yang merasakannya
[01:11.40] Dunia tak semudah yang kau sangka
[01:17.90] Jauhkanlah dari bisikan
[01:25.90] Engkau yang merasakannya
[01:30.77] Dunia tak semudah yang kau sangka
[01:38.52] Dah tiga malam, dia berkurung dan duduk diam
[01:42.52] Rasa selamat sebelum pejam
[01:44.77] Rasa selawat cara nak hadam
[01:47.02] Situasi sukar nak dikawal
[01:49.51] Ayahnya kekal walau tak kenal
[01:52.27] Darah dagingnya ini, darah jaminan kelak tak boleh disangkal
[01:56.88] Mata ibu dah bengkak, dia merayu suara serak
[02:00.88] Cuba nak lari ayah menghentak
[02:03.63] Sungkur mendesak ibu merangkak
[02:05.88] Riak muka tak nampak
[02:07.87] Dunia ini penuh dengan penipuan
[02:10.87] Jadi langkah terbaik dari pemergian
[02:13.73] Dia tewas melawan tetap melawan
[02:16.51] Nyanyikanlah siulan syurga
[02:24.76] Engkau yang merasakannya
[02:29.37] Dunia tak semudah yang kau sangka
[02:36.12] Jauhkanlah dari bisikan
[02:44.37] Engkau yang merasakannya
[02:49.11] Dunia tak semudah yang kau sangka
