Secukupnya
[00:09.96] Kapan terakhir kali kamu dapat tertidur tenang (renggang)
[00:19.45] Tak perlu memikirkan tentang apa yang akan datang di esok hari
[00:26.70] Tubuh yang berpatah hati bergantung pada gaji
[00:31.71] Berlomba jadi asri mengais validasi
[00:36.45] Dan aku pun terhadir
[00:38.71] Seakan paling mahir
[00:41.20] Menenangkan dirimu
[00:43.21] Yang merasa terpinggirkan dunia
[00:48.46] Tak pernah adil
[00:50.45] Kita semua gagal
[00:52.96] Angkat minumanmu
[00:54.70] Bersedih bersama-sama
[00:57.46] Ah ah ah ah
[01:00.71] Sia-sia pada akhirnya
[01:05.21] Putus asa terekam pedih semua
[01:10.96] Masalahnya lebih dari yang secukupnya
[01:25.20] Rekam gambar dirimu yang terabadikan bertahun silam
[01:32.71] Putra putri sakit hati Ayah Ibu sendiri
[01:37.96] Komitmen lama mati hubungan yang menyepi
[01:42.09] Wisata masa lalu
[01:44.83] Kau hanya merindu
[01:47.08] Mencari pelarian
[01:49.84] Dari pengabdian yang terbakar sirna
[01:54.33] Mengapur berdebu
[01:56.33] Kita semua gagal
[01:58.84] Ambil sedikit tisu
[02:00.83] Bersedihlah secukupnya
[02:03.33] Ah ah ah ah
[02:06.34] Secukupnya kan masih ada
[02:11.09] Penggantinya belum waktunya kau bisa
[02:15.84] Menjawabnya ah ah ah ah ah secukupnya
[02:22.83] Semua yang sirna kan kembali lagi
[02:30.84] Semua yang sirna kan nanti berganti
