Taman Astakona - Slash
[00:32.06] Umpama mimpi ku kecap kenangan
[00:37.63] Taman permainan masa kecil dulu
[00:43.74] Sisip senyum mu kemanisan tanpa gula
[00:49.32] Meninggalkan seribu keresahan
[00:54.63] Kala gerimis menitis di hati
[01:00.47] Kenangan lenyap tanpa sedar
[01:06.32] Mungkinkah ada lagi
[01:08.97] Saat saat indah itu
[01:11.90] Agar dapat kita bersama lagi
[01:19.86] Dalam kelam engkau datang
[01:23.05] Memujuk hati yang sepi
[01:25.98] Dalam terang engkau hilang entah ke mana
[01:31.03] Andai kata hanya mimpi
[01:34.22] Mengusik kenangan silam
[01:37.13] Mengapa hangat tanganmu ku terasa
[01:45.63] Namamu ku ukir di pohon di tepi taman
[01:51.48] Sebagai hiasan lambang cinta yang terlarang
[01:57.32] Semoga kau terlihat tika melintasi taman
[02:02.63] Sebagai tanda percintaan abadi
[02:08.47] Ataupun pada malam
[02:11.14] Naungan cahaya purnama
[02:14.32] Menyuluh ukiran yang memanggil sejuta seri
[02:19.90] Yang menghias taman ini
[02:22.56] Penuh dengan cahaya misteri
[02:25.47] Kekosongan hingga ia kesepian
[02:33.98] Harumnya mawar menyulam asmara
[02:39.83] Harum cempaka kesayuan
[02:45.67] Di Taman Astakona yang tiba-tiba menyepi
[02:50.98] Mungkinkah akan begini selamanya
[03:06.38] Dalam kelam engkau datang
[03:09.57] Memujuk hati yang sepi
[03:12.49] Dalam terang engkau hilang entah ke mana
[03:17.54] Andai kata hanya mimpi
[03:20.46] Mengusik kenangan silam
[03:23.92] Mengapa hangat tangan mu ku terasa
[03:31.89] Namamu ku ukir di pohon di tepi taman
[03:38.00] Sebagai hiasan lambang cinta yang terlarang
[03:43.58] Semoga kau terlihat tika melintasi taman
[03:49.15] Sebagai tanda percintaan abadi
[03:54.73] Ataupun pada malam
[03:57.38] Naungan cahaya purnama
[04:00.84] menyuluh ukiran yang memanggil sejuta seri
[04:06.42] Yang menghias taman ini
[04:08.81] Penuh dengan cahaya misteri
[04:11.73] Kekosongan hingga ia kesepian
