Lrc Player

Perayaan Patah Hati

For Revenge x Wira Nagara
[04:47.61]·Synced by Guest·
This lyric sheet isn't paired with a song yet, so lines are shown but won't sync or seek.

[00:16.47] Telah meranggas sekujur badan setelah kau tinggalkan, tak tersisa

[00:22.83] Ditelantarkannya mimpi dan rencana ke sepanjang jalan yang tak dilalui lagi berdua

[00:28.41] Dengan sesal yang masih menghias pusara

[00:32.93] Pemakaman jiwa yang pernah kau hidupkan

[00:35.05] Sekumpulan kecewa dari hal-hal yang kita janjikan

[00:38.25] Musnah

[00:40.39] Terukir dalam batin yang mengais hadir

[00:42.24] Terkunci dalam darah yang mengalir getir

[00:46.23] Meletus

[00:48.35] Menjadi perayaan dalam kelam yang bersulang

[00:50.74] Meluap dalam keranda penuh belati yang menancap tulang

[00:55.00] Remuk

[00:56.32] Tak ada lagi yang bisa dicerna dari hari-hari tanpa renjana

[01:04.28] Terbit sang fajar pun tak ubahnya kekacauan yang menyilaukan

[01:08.01] Gemerlap yang sama sekali tak kuinginkan

[01:11.20] Menggelapkan sadar yang tersisa dari segala yang bisa disaksikan mata

[01:16.51] Namun apa daya

[01:19.96] Katamu aku bukan lagi cahaya

[01:21.30] Aku bukan lagi alasanmu menapaki dunia

[01:23.96] Kau pergi dalam sesak penuh tanya

[01:26.36] Sebelum aku bisa menawarkan manis untuk setiap lara yang kau derita

[01:31.93] Simpuh

[01:34.32] Tak berhenti aku meminta untuk kembali kau beri rasa

[01:36.98] Doa-doa telah meracau menunggu ampunan dosa yang justru membuatmu kian jauh

[01:42.02] Tak tersentuh, luruh, menyisakan separuh

[01:45.73] Dengan jantung yang kehilangan darah menuju pembuluh

[01:49.72] Mengucur

[01:51.05] Sebagai penanda jalan untuk kau kembali

[01:53.72] Menjadi irama yang selama ini menghidupi denyut nadi

[01:58.49] Telak

[01:59.29] Menusuk dan mengoyak

[02:02.22] Menjadi kuasa di kehampaan yang tak terendus bahagia

[02:04.87] Dengan batin bersikukuh, kelak engkau akan luluh

[02:10.44] Maka

[02:12.58] Sebelum akhirnya segala tentangku hanya bisa kau kenang sebatas nama

[02:17.08] Ingat lagi singgasana yang pernah kau tempati sebagai permaisuri di istana yang kita Bangun selama ratusan hari

[02:26.39] Datanglah

[02:28.24] Walau merupa duri yang menambah darah

[02:30.10] Walau menjelma buih yang mengorek nanah

[02:33.03] Kau akan tetap aku sambut dengan perayaan paling meriah

[02:56.14] Dengarkanlah

[03:01.45] Pesan lara yang kunyanyikan dalam keheningan

[03:07.82] Berharap sampai ke sana

[03:44.75] Tak kan lelah menanti

[03:48.47] Menunggu datang hari

[03:52.46] Kita bersua lagi

[03:56.70] Merayakan patah hati

[04:00.96] Tak kan lelah menanti

[04:04.66] Menunggu datang hari

[04:08.66] Kita bersua lagi

[04:12.64] Merayakan patah hati