Lrc Player

puisi-NGABDUR -MAMAT DAN RATNA

Unknown artist
[01:29.47]·Synced by Guest·
This lyric sheet isn't paired with a song yet, so lines are shown but won't sync or seek.

[00:02.89] Kapal merapat, tali-tali diikat menepis renggang.

[00:07.14] Orang-orang turun berkerumun

[00:09.15] membawa cerita dalam kardus bersusun.

[00:11.65] Dulu, tali kapal itu tidak sebanding

[00:14.63] dengan hati yang melekat di tanah ini.

[00:16.90] Kecepatan mesin baling-baling dalam knot

[00:19.90] tak berdaya di depan perahu layar.

[00:22.14] Karena layarnya adalah rindu, membentang menutupi lautan.

[00:26.65] Anginnya adalah cinta, mendorong laksana topan.

[00:30.89] Dan gelombangnya adalah doa,

[00:32.91] berulang bergulung untuk sebuah pertemuan.

[00:36.42] Hingga aku sadar, dari Sabang sampai Merauke

[00:40.40] bukanlah lagu cinta.

[00:42.41] Aceh-Papua bukan tentang kita.

[00:45.88] Nada hilang,

[00:47.41] tersisa desah bergemuruh di dada.

[00:50.64] Jika kita bisa memilih merdeka,

[00:53.90] aku memilih merdeka darimu.

[00:56.40] Isi hatiku terkuras habis meninggalkan luka di atas kapal.

[01:00.14] Ibarat tambang, dikeruk tak bersisa tanpa Amdal.

[01:05.15] Kini aku tahu persamaan cinta dan Amerika,

[01:08.65] sama-sama menyiksa.

[01:11.65] Orang-orang pergi seperti buih di lautan,

[01:14.89] yang tadi banyak kini menghilang, meninggalkan seorang di buritan.

[01:20.41] Akulah kapal tanpa pelabuhan.

[01:22.90] Jika dunia tak memberiku dermaga,

[01:25.65] akan kuminta dirimu di surga.