Situa Sais Pedati
[00:01.39] (((MUSIK)))
[00:29.02] Bergerak perlahan dengan pasti
[00:36.99] Di jalan datar yang berlumpur
[00:44.96] Sesekali terdengar geletar cemeti
[00:53.21] Diiringi teriakan lantang
[00:58.04] Si tua sais pedati
[01:05.20] Gerak pedati sebentar berhenti
[01:13.45] Tampak si tua sais pedati
[01:21.16] Mulai membuka bungkusan nasi
[01:28.08] Yang dibekali
[01:31.55] Sang istri
[01:37.66] Gerak pedati lalu jalan lagi
[01:45.62] Singgah di setiap desa
[01:53.33] Tanpa ragu-ragu, tanpa malu-malu
[02:01.31] Napas segar terhembus dari sepasang lembu
[02:09.55] Yang tak pernah merasakan sesak polusi
[02:19.65] Dia tak pernah memerlukan
[02:27.38] Dia tak pernah membutuhkan
[02:35.63] Solar dan ganti oli
[02:39.62] Bensin dan ganti busi
[02:43.88] Apalagi charge aki
[02:51.85] Dia tak pernah kebingungan
[02:59.81] Dia tak pernah ketakutan
[03:08.10] Akan kata orang tentang gawatnya
[03:14.21] Krisis energi
[03:20.81] ##########
[03:24.26] Gerak pedati dan lenguh lembu
[03:32.50] Seember rumput dan geletar cemeti
[03:40.47] Seakan suara azan yang dikasetkan
[03:48.43] Sementara itu sang bilal (gawat)
[03:54.81] Pulas mendengkur
