Diary Depresiku - Last child
[00:14.03] Malam ini hujan turun lagi
[00:20.68] Bersama kenangan yang ungkit luka di hati
[00:28.16] Luka yang harusnya dapat terobati
[00:35.10] Yang ku harap tiada pernah terjadi
[00:42.05] Ku ingat saat Ayah pergi, dan kami mulai kelaparan
[00:50.06] Hal yang biasa buat aku, hidup di jalanan
[00:57.26] Disaat ku belum mengerti, arti sebuah perceraian
[01:04.97] Yang hancurkan semua hal indah, yang dulu pernah aku miliki
[01:14.79] Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
[01:21.96] Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
[01:29.42] Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
[01:36.59] Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
[01:55.75] Mungkin sejenak dapat aku lupakan
[02:02.68] Dengan minuman keras yang saat ini ku genggam
[02:10.38] Atau menggoreskan kaca di lenganku
[02:17.32] Apapun kan ku lakukan, ku ingin lupakan
[02:24.81] Namun bila ku mulai sadar, dari sisa mabuk semalam
[02:31.72] Perihnya luka ini semakin dalam ku rasakan
[02:39.22] Disaat ku telah mengerti, betapa indah dicintai
[02:46.42] Hal yang tak pernah ku dapatkan, sejak aku hidup di jalanan
[02:56.05] Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
[03:03.73] Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
[03:11.17] Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
[03:18.92] Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
[03:31.15] Wajar bila saat ini,
[03:34.60] Ku iri pada kalian yang hidup
[03:39.39] Bahagian berkat suasana indah dalam rumah
[03:45.77] Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidup ku yang kelam
[03:52.95] Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
[04:00.38] Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
[00:00.00] Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
