Last Child - Diary Depresiku
[00:18.58] ...
[00:32.41] Malam ini hujan turun lagi
[00:39.32] Bersama kenangan yang ungkit luka di hati
[00:47.04] Luka yang harusnya dapat terobati
[00:53.99] Yang ku harap tiada pernah terjadi
[00:59.09] ...
[01:01.49] Ku ingat saat Ayah pergi, dan kami mulai kelaparan
[01:08.42] Hal yang biasa buat aku, hidup di jalanan
[01:15.84] Disaat ku belum mengerti, arti sebuah perceraian
[01:22.77] Yang hancurkan semua hal indah, yang dulu pernah aku miliki
[01:32.33] ...
[01:33.38] Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
[01:40.55] Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
[01:47.79] Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
[01:54.98] Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
[02:05.50] ...
[02:14.27] Mungkin sejenak dapat aku lupakan
[02:21.18] Dengan minuman keras yang saat ini ku genggam
[02:28.88] Atau menggoreskan kaca di lenganku
[02:35.89] Apapun kan ku lakukan, ku ingin lupakan
[02:42.87] Namun bila ku mulai sadar, dari sisa mabuk semalam
[02:50.02] Perihnya luka ini semakin dalam ku rasakan
[02:57.44] Disaat ku telah mengerti, betapa indah dicintai
[03:04.64] Hal yang tak pernah ku dapatkan, sejak aku hidup di jalanan
[03:14.46] ...
[03:15.09] Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
[03:22.04] Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
[03:29.48] Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
[03:36.69] Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
[03:48.50] ...
[03:49.46] Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
[03:56.65] Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
[04:04.12] Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
[04:11.29] Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
[04:18.46] Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
[04:32.85] ...
