Sikap Duniawi
[00:34.08] Dengarlah, wahai kawan-kawanku
[00:37.79] Kini warna yang kelam hangus
[00:42.05] Aku tahu kamu 'kan bertamu
[00:46.03] Selamat datang padaku yang baru
[01:29.69] Di kala dia berteman
[01:32.34] Aku sibuk membisu
[01:36.07] Di kala dia tertawa
[01:38.45] Aku berfikir masa depan
[01:42.70] Hidup hanya sekali saja
[01:44.56] Mungkin lagi tapi wujud berbeda
[01:48.02] Maka jangan hiraukan kesempatan
[01:50.93] Tutup telinga dari kata menyakitkan
[02:07.17] Bukalah matamu
[02:12.76] Indahnya langit biru
[02:21.25] Yang lalu biar berlalu
[02:27.09] Peganglah ketubah mimpimu yang baru
[02:38.51] Dengarlah, wahai kawan-kawanku
[02:40.37] Kini warna yang kelam hangus
[02:43.03] Aku tahu kamu 'kan bertamu
[02:46.22] Selamat datang padaku yang baru
[03:13.85] Di kala dia menghasut
[03:16.51] Telan jadi ramuan
[03:20.23] Lambat laun dia runtuh
[03:22.36] Semakin aku jadi panutan
[03:25.81] Hidup hanya sekali saja
[03:28.20] Mungkin lagi tapi wujud berbeda
[03:31.66] Maka jangan hiraukan kesempatan
[03:34.57] Tutup telinga dari kata menyakitkan
[03:51.31] Bukalah matamu
[03:56.09] Indahnya langit biru
[04:04.59] Yang lalu biar berlalu
[04:10.43] Peganglah ketubah mimpimu yang baru
[04:16.81] Bukalah matamu
[04:21.59] Indahnya langit biru
[04:30.62] Yang lalu biar berlalu
[04:35.67] Peganglah ketubah mimpimu yang baru
[04:50.54] Renungkanlah
[04:57.19] Mengapa kamu begitu membenci?
[05:10.20] Jangan rusak mimpi-mimpimu
[05:23.48] Karena sikap duniawimu
