LAST CHILD - DIARY DEPRESIKU
[00:01.30] LAST CHILD - DIARY DEPRESIKU
[00:24.18] Malam ini, hujan turun lagi
[00:31.63] Bersama kenangan yang ungkit luka di hati
[00:38.85] Luka yang harusnya dapat terobati
[00:45.81] Yang kuharap tiada pernah terjadi
[00:52.99] Ku ingat saat ayah pergi, dan kami mulai kelaparan
[01:00.45] Hal yang biasa buat aku hidup di jalanan
[01:07.65] Di saat ku belum mengerti arti sebuah perceraian
[01:14.85] Yang hancurkan semua hal indah yang dulu pernah aku miliki
[01:25.24] Wajar bila saat ini ku iri pada kalian
[01:32.42] Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
[01:39.62] Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
[01:46.85] Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
[02:06.07] Mungkin sejenak dapat aku lupakan
[02:12.99] Dengan minuman keras yang saat ini kugenggam
[02:20.71] Atau menggoreskan kaca di lenganku
[02:27.64] Apa pun 'kan kulakukan, ku ingin lupakan
[02:35.10] Namun, bila ku mulai sadar dari sisa mabuk semalam
[02:42.01] Perihnya luka ini s'makin dalam kurasakan
[02:49.49] Di saat ku telah mengerti betapa indah dicintai
[02:56.46] Hal yang tak pernah kudapatkan sejak aku hidup di jalanan
[03:07.10] Wajar bila saat ini ku iri pada kalian
[03:14.02] Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
[03:21.50] Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
[03:28.96] Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
[04:03.02] Wajar bila saat ini ku iri pada kalian
[04:10.46] Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
[04:17.90] Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
[04:25.07] Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
[04:32.24] Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
[04:39.68] Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
