Diary depresiku
[00:05.00] Last child - diary depresiku
[00:10.00] lyric by Asanto
[00:26.20] Malam ini hujan turun lagi
[00:32.94] Bersama kenangan yang ungkit luka di hati
[00:40.40] Luka yang harusnya dapat terobati
[00:47.13] Yang ku harap tiada pernah terjadi
[00:54.73] Ku ingat saat Ayah pergi, dan kami mulai kelaparan
[01:02.12] Hal yang biasa buat aku, hidup di jalanan
[01:09.16] Disaat ku belum mengerti, arti sebuah perceraian
[01:16.18] Yang hancurkan semua hal indah, yang dulu pernah aku miliki
[01:26.51] Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
[01:33.42] Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
[01:40.88] Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
[01:48.10] Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
[01:58.67] ~.,.,.,.,.,.,.,.,.~
[02:07.57] Mungkin sejenak dapat aku lupakan
[02:14.35] Dengan minuman keras yang saat ini ku genggam
[02:21.94] Atau menggoreskan kaca di lenganku
[02:28.91] Apapun kan ku lakukan, ku ingin lupakan
[02:35.93] Namun bila ku mulai sadar, dari sisa mabuk semalam
[02:43.02] Perihnya luka ini semakin dalam ku rasakan
[02:50.12] Disaat ku telah mengerti, betapa indah dicintai
[02:57.83] Hal yang tak pernah ku dapatkan, sejak aku hidup di jalanan
[03:08.79] Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
[03:15.63] Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
[03:23.36] Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
[03:30.37] Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
[03:44.89] Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
[03:52.04] Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
[03:59.12] Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
[04:06.12] Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
[04:13.65] Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
