Tarian penghancur raya
[00:13.29] Mata dan peluh yang asin
[00:16.75] Perlahan dihapus angin
[00:20.47] Jogja yang beku mendingin
[00:23.65] Menari menghancurkan alam raya yang kecewa
[00:31.62] Dibuatnya malapetaka
[00:34.02] Kamar berjeruji berpenghuni bersafari berbagai fauna
[00:38.26] Flora kerasukan freon di ruko toko bunga
[00:42.26] Bank ahli industri teknologi
[00:44.65] Etnografi produksi menggurui penghuni asli
[00:48.65] Berbicara cepat bilang haram
[00:52.62] Kearifan lokal yang dibungkam
[00:55.81] Tuli pada yang belajar alam
[00:59.00] Mati sesak nafas tengah malam
[01:14.44] Trotoar lebar, bahan hijau, Tesla
[01:18.68] Kalah cepat disalip kuda Asia
[01:21.87] Tewas di lampu merah, garis zebra
[01:25.33] Efek Rumah Kaca tiba-tiba suddenly di mana-mana
[01:30.11] Uap terlontar mengepung kota
[01:33.29] Berlomba ciptakan plastik kita
[01:36.75] Saat senja kehabisan kata
[01:39.93] Siang malam pun gelap gulita
[01:50.03] Kerja bakti menyusun neraka
[01:52.16] Kita miliki bahan bakarnya
[01:55.88] Perihal waktu tunggu datangnya
[01:59.85] O2 dijual oleh negara
[02:03.04] Oh, terima kasih 'kan usahanya
[02:06.23] Sedotan besi, plastik cycle tiga
[02:09.95] Pun pepohonan tak berkuasa
[02:13.40] Lawan kebijakan yang bertamasya
[02:16.59] Burung bersiul malapetaka
[02:20.05] Gurun menatap dingin manusia
[02:23.76] Laut dan pegunungan kecewa
[02:27.22] Kudeta besar alam semesta
[02:30.14] Siarkan kabar penelan surya
[02:33.87] Meleleh matikan kutub utara
[02:37.59] Amalkan tarian penghancur raya
[02:40.78] Kobarkan tarian penghancur raya
[02:47.68] Kobarkan tarian penghancur raya
[02:54.33] Kobarkan tarian penghancur raya
[02:58.87] -
[03:41.12] Lyrics Synced by @mtia.shn
