MON - Bianglala ft. Dolly, Zky (Official Audio)
[00:19.62] Narcissist narcissist,
[00:32.39] Kelompok kampung dihuni bani narcissist,
[00:35.06] Makna bahari dikaburi badai emosi,
[00:37.95] Sampai mana umur ku ikhlas habis berabis.
[00:40.61] Kata dan interpretasi tak serasi,
[00:43.01] Perjuangan basi kekurangan indikasi,
[00:45.39] Terkilas sensasi pagi tidak kering gusi,
[00:48.05] Kais pagi makan pagi, kian hari makan hati.
[00:51.51] Ibunda, kian meratap siang dan malam,
[00:53.91] Ayahanda ku berpendiriankan lafaz kalam,
[00:56.03] Anakanda muram diangaukan dampak semalam,
[00:58.71] Otak sangap candu respiratori kian hitam.
[01:01.88] Acap kali, bermimpi, puisi, emosi,
[01:04.28] Kembali, kenangi, ke mari, kesali,
[01:06.68] Tertanam, jasmani, bergurindam isi hati,
[01:09.08] Di sini, di isi, rohani, yang pergi.
[01:11.74] Hujan batu di negeri sendiri,
[01:16.00] Hujan api datang mengambil diri,
[01:21.31] Ribut buana menyirna bahari,
[01:26.08] Hamba meminta sinarnya matahari.
[01:31.68] Persepsi terkadang bayang juga ilusi,
[01:35.40] Diusir ribut yang berang cuba menghampir,
[01:38.33] Terkadang ku teringat diri pada yang esa,
[01:40.45] Berbeza seakan cahaya menyilau mata,
[01:42.85] Semudah fantasi ku mampu hilang dari nyata,
[01:45.51] Dibawah puisi ku bawa tiada karang kata,
[01:47.90] Alam yang berseni namun diri buta warna,
[01:50.56] Seindah mentari cahaya terbitnya di barat,
[01:53.24] Melarat terjerat aku dibelit api,
[01:55.37] Lidahnya panjang penuh dusta ternyata benci,
[01:58.29] Terlalu mencari makna halus balik suci,
[02:00.94] Banyak yang menceceh banyak lagi yang mencaci.
[02:03.61] Hujan batu di negeri sendiri,
[02:10.77] Hujan api datang mengambil diri,
[02:13.97] Ribut buana menyirna bahari,
[02:19.53] Hamba meminta sinarnya matahari.
[02:24.58] Warna,
[02:25.92] Dan pawana,
[02:28.04] Dicoret atma,
[02:30.43] Bianglala.
