Untitled
[00:00.00] Di buat oleh: MEAU_EDIT
[00:01.05] Kini dalam naungan malam nan sunyi
[00:06.05] tanpa arah pasti
[00:08.05] ku melaju di jalan ini
[00:13.05] Disamping kiriku kau terdiam
[00:17.05] Indah wajahmu
[00:19.05] tebias sang rembulan
[00:22.05] Bagai menelusuri labirin hati lisan pun menari
[00:30.05] Menautkan kepingan dan kata kenangan hari itu ku
[00:38.05] Akhirnya meluap di dalam hatiku
[00:43.05] Semenjak aku memutuskan untuk hidup
[00:48.05] Disisimu kini kusadari duniaku pun
[00:53.05] Perlahan bersemi semoga lemahan diri
[00:57.05] Ku sembunyikan di dalam hati
[01:01.05] Dengan sandiwara ini
[01:04.05] Namun kau menyadari segala topeng
[01:09.05] Kepalsuan yang ada hadirimu di hidupku
[01:13.05] Telah mengajarkan bahwa melindungi
[01:18.05] Segalanya demi dia yang kucintai
[01:22.05] Memberikan ku kekuatan yang berharga
[01:28.05] ♪
[01:43.05] Usai menyelami dalam gulita malam
[01:48.05] Menanti hari yang indah untuk kita
[01:52.05] Lalui waktu ini seperti anugerah karna
[01:57.05] Hanyalah bahagia yang aku rasakan
[02:01.05] Saat kau menyelamatkan diri ini
[02:06.05] Kusentuh serpihan cahaya dan indah
[02:10.05] Laksana kilau bintang tetesan air matamu
[02:14.05] Yang jatuh berlinang mengalirkan
[02:19.05] Kepedihan dari hidupmu yang memilukan
[02:24.05] Airmata yang terindah, AH!
[02:29.05] Dalam hutan hatimu tersembunyi
[02:34.05] Dibalik kuatnya raga meskipun wajah itu
[02:40.05] Seolah terluka namun kasih sayang tiada
[02:44.05] Memandang paras ataupun rupa aku pun menyadarinya
[02:51.05] Sungguh pilunya suara peluru yang
[02:56.05] Bergema malam itu hingga napas hidup
[03:00.05] Kita pun terus memburuk
[03:03.05] Laksana bintang-bintang jatuh cahayamu kini
[03:07.05] Telah redup sebelum ku mampu menyampaika harapan ku
[03:13.05] Kini telah melebur didalam genggaman
[03:18.05] Serpihan lembut debu bintang berwarna emas
[03:24.05] Laksana Surai indah miliknya
[03:29.05] Kudekap erat di tengah gulita malam.
