[00:19.50] Terikat dua tangan bagai nasib tawanan
[00:30.24] Terkunci mata mulut peluh tumpah dibadan
[00:41.56] Kau paksa ku tunduk berlutut sebelum kau menghukum
[01:01.02] Kau mungkin tak percaya aku ada pendinding
[01:11.18] Seribu satu doa hulubalang yang kadim
[01:21.34] Jangan jangan teruskannya selagi hatimu tak cukup zalim
[01:41.65] Jangan jangan kotakannya selagi hukuman tidak setanding
[02:01.95] Dengan serapah semangat tujuh milikku
[02:10.69] Akan ku tukarkan dunia menjadi syurga si gelendangan
[02:22.24] Tiada tangisan angkara dusta tiada diri berbeza
[02:32.42] Diam saja bersyukurlah
[02:42.88] Padamkan lampu tidur tutup mata fikirkan
[02:53.04] Di dalam gelap engkau masih mampu melihat benar
[03:03.22] Padamkan lampu tidur nyalakan lampu hati
[03:13.65] Hitam dan putih tetap indah bila kau kenal
[03:22.38] Oh warnanya
[03:46.33] Tiada tangisan angkara dusta tiada diri berbeza
[03:56.49] Diam saja bersyukurlah
[04:07.23] Padamkan lampu tidur tutup mata fikirkan
[04:17.41] Di dalam gelap engkau masih mampu melihat benar
[04:27.28] Padamkan lampu tidur nyalakan lampu hati
[04:37.73] Hitam dan putih tetap indah bila kau kenal
[04:46.76] Oh warnanya
