Taman Astakona
[00:00.13] ♪
[00:30.96] Umpama mimpi ku kecap kenangan
[00:36.57] Taman permainan masa kecil dulu
[00:42.24] Sisip senyum mu kemanisan tanpa gula
[00:48.09] Meninggalkan seribu keresahan
[00:53.68] Kala gerimis menitis di hati
[00:59.51] Kenangan lenyap tanpa sedar
[01:05.09] Mungkinkah ada lagi
[01:07.75] Saat saat indah itu
[01:10.68] Agar dapat kita bersama lagi
[01:18.90] Dalam kelam engkau datang
[01:21.82] Memujuk hati yang sepi
[01:24.75] Dalam terang engkau hilang entah ke mana
[01:30.07] Andai kata hanya mimpi
[01:33.24] Mengusik kenangan silam
[01:35.90] Mengapa hangat tanganmu ku terasa
[01:44.41] Namamu ku ukir di pohon di tepi taman
[01:50.50] Sebagai hiasan lambang cinta yang terlarang
[01:55.82] Semoga kau terlihat tika melintasi taman
[02:01.65] Sebagai tanda percintaan abadi
[02:07.24] Ataupun pada malam
[02:09.63] Naungan cahaya purnama
[02:13.09] Menyuluh ukiran yang memanggil sejuta seri
[02:18.93] Yang menghias taman ini
[02:21.32] Penuh dengan cahaya misteri
[02:24.23] Kekosongan hingga ia kesepian
[02:32.76] Harumnya mawar menyulam asmara
[02:38.85] Harum cempaka kesayuan
[02:44.44] Di Taman Astakona yang tiba-tiba menyepi
[02:50.00] Mungkinkah akan begini selamanya
[02:57.16] ♪
[03:05.45] Dalam kelam engkau datang
[03:08.37] Memujuk hati yang sepi
[03:11.55] Dalam terang engkau hilang entah ke mana
[03:16.60] Andai kata hanya mimpi
[03:19.79] Mengusik kenangan silam
[03:22.98] Mengapa hangat tangan mu ku terasa
[03:31.21] Namamu ku ukir di pohon di tepi taman
[03:37.05] Sebagai hiasan lambang cinta yang terlarang
[03:42.38] Semoga kau terlihat tika melintasi taman
[03:48.32] Sebagai tanda percintaan abadi
[03:53.91] Ataupun pada malam
[03:56.57] Naungan cahaya purnama
[03:59.75] menyuluh ukiran yang memanggil sejuta seri
[04:05.37] Yang menghias taman ini
[04:08.03] Penuh dengan cahaya misteri
[04:10.67] Kekosongan hingga ia kesepian
[04:17.59] ♪
