Hanya Lolongan
[00:03.87] Gerri S. Siregar
[00:09.18] Ku berjalan sendirian
[00:14.50] Bagaikan hilang arah tujuan
[00:21.14] Langit mendung, riuh angin
[00:26.98] Hujan pun seakan tak berteman
[00:33.09] Hilang sudah semua harapan yang di depan
[00:38.93] Mampukah aku tetap bertahan?
[00:45.03] Hanya ingin rasakan sedikit kesenangan
[00:50.88] Walau kunikmati dalam diam
[00:59.38] Kau boleh menangis
[01:04.96] Tapi kembali berdiri
[01:11.33] Kau boleh terluka
[01:16.91] Tapi hanya sementara
[01:23.29] Jangan kau terlalu lama tenggelam
[01:29.39] Ingatlah, masih ada masa depan
[01:35.24] Omongan mereka hanya lolongan
[01:40.55] Yang hilang ditelan malam
[01:47.99] Wajar bila (wajar bila) manusia
[01:53.83] Berpura-pura untuk bahagia
[01:59.94] Persis dalam cerita yang ditulis sempurna
[02:06.05] Ataukah kisah yang realita?
[02:12.16] Berjuta sandiwara ada di depan mata
[02:18.00] Jadilah kau pemeran utama
[02:29.16] uh-uh-uh
[02:41.07] (Bek tanyoe weuh haté)
[02:44.26] (Geutanyoe beu koeng)
[02:53.29] Kau boleh menangis
[02:58.87] Tapi kembali berdiri
[03:04.98] Kau boleh terluka
[03:11.08] Tapi hanya sementara
[03:17.46] Jangan kau terlalu lama tenggelam (udép lam dônya le cobaan, bek putôh asa)
[03:23.30] Ingatlah, masih ada masa depan (masih ada masa depan)
[03:29.41] Omongan mereka hanya lolongan
[03:34.46] Yang hilang ditelan malam (bek tanyoe weuh haté, geutanyoe beu kong)
