109 (Marukyuu)
[00:00.14] ~
[00:56.75] Tanpa membawa payung kulari keluar di tengah hujan
[01:02.87] Karena bila basah air mata di pipi pun 'kan menghilang
[01:08.97] Orang yang melihat aku meski bersimpati kepadaku
[01:15.08] Pasti tak akan memahami diriku
[01:20.12] Di kamarnya itu tak sengaja bertemu
[01:27.03] Perempuan mana? Siapakah dia? Beritahu!
[01:33.15] Cinta itu bagaikan tersesat di jalan Etoranze
[01:39.53] Ke mana baiknya ku pergi? Diriku yang sepi sendiri
[01:45.89] Berjalan sembari ku melamun
[01:48.81] Menaiki tanjakan yang landai
[01:52.00] Saat kusadar Marukyuu
[01:58.25] ~
[02:07.54] Di tangan kanan aku genggam erat handphone sambil menunggu
[02:13.39] Dusta macam apapun yang dirinya katakan 'kan ku terima
[02:19.80] Semua temanku bilang "Kamu dipermainkan" jadinya aku
[02:25.91] Kepada siapa pun tak bisa bicara
[02:31.19] Ketika si gadis merasakan sedih
[02:37.59] Kenapa berjalan dan sampai ada di tempat ini?
[02:43.96] Cinta itu selalu bagaikan kegelapan labyrinth
[02:50.05] Ku ingin percaya sesuatu cahaya di dalam hatiku
[02:56.75] Toko yang biasa kukunjungi
[02:59.67] Baju yang sedang tren pun kulihat
[03:02.85] Buat ku nangis, Marukyuu
[03:09.18] ~
[03:32.67] Tiap kali gadis datang ke tempat ini
[03:39.59] Tubuh dan hatinya berubah jadi sosok dewasa
[03:47.28] Cinta itu bagaikan tersesat di jalan Etoranze
[03:53.13] Ke mana baiknya ku pergi? Diriku yang sepi sendiri
[03:59.50] Berjalan sembari ku melamun
[04:02.71] Menaiki tanjakan yang landai
[04:05.89] Saat kusadar Marukyuu
[04:15.72] ~
