Langit Biru Cinta Searah (Aozora Kataomoi)
[00:00.10] ~
[00:22.83] Kamu yang mengenakan seragam
[00:26.54] Rambutnya pun terkibas oleh angin
[00:29.73] Datang berlari sendirian
[00:33.17] Di tanjakan yang biasa itu
[00:37.41] Pada momen pertemuan saat
[00:40.87] Kita saling berpapasan itu
[00:43.79] Dadaku ini terasa sesak
[00:47.80] Jantung pun seperti akan berhenti
[00:51.77] Terpesona oleh bunga
[00:55.23] Yang namanya tak kukenal
[00:58.95] Tanpa ingin menyentuhnya
[01:02.39] Hanya memandang di kejauhan
[01:05.85] Teruslah mekar tanpa menjadi layu
[01:09.82] Langit biru cinta searah
[01:13.28] Cinta itu pun terlahir di bawah langit
[01:17.00] Rasa sayang yang mulai tumbuh
[01:20.46] Dipelihara sang mentari
[01:24.18] Langit biru cinta searah
[01:27.64] Bagai ada tempat yang cerah dalam hati
[01:31.35] Bisa bertemu hanya denganmu
[01:35.11] Aku pun merasa bahagia
[01:38.57] Ku suka kepada dirimu
[01:41.50] Sangat suka
[01:44.47] ~
[01:56.95] Langit biru cinta searah
[02:00.44] Cinta itu pun terlahir di bawah langit
[02:04.16] Rasa sayang yang mulai tumbuh
[02:07.59] Dipelihara sang mentari
[02:11.60] Langit biru cinta searah
[02:15.05] Tak perlu kau memperhatikan diriku
[02:18.78] Karena dirimu akan selalu
[02:22.22] Terlihat oleh diriku ini
[02:25.94] Saling berpapasan denganku
[02:29.66] Ku jadi tahu arti cinta
[02:32.31] Terima kasih
[02:35.24] ~
