Puisi Yang Terhenti
[00:01.29] Di bibirmu, ada puisi terhenti,
[00:06.34] Kata-kata yang menunggu,
[00:12.71] Tak terselesaikan dalam diam,
[00:18.83] Hanya kau dan aku yang tahu.
[00:25.73] Setiap frasa lembut dari bibirmu,
[00:31.58] Menjadi bait yang tak lengkap,
[00:37.95] Jadikan aku pelengkap,
[00:41.70] Untuk melengkapi,
[00:44.61] setiap kata yang tak terungkap.
[00:49.65] Mari coba ku-rangkai,
[00:52.58] Puisi yang kau mulai,
[00:56.56] Bait yang selalu terhenti,
[01:02.68] Biar kulengkapi,
[01:05.61] Menjadi bagian dari cerita kita.
[01:31.11] Biar aku tuliskan kata akhir,
[01:37.21] Dari puisi yang slalu terhenti,
[01:43.59] Dengan setiap ciuman lembut,
[01:48.64] Ku-akan lengkapi setiap kata.
[01:56.87] Mari coba ku-rangkai,
[01:58.74] Puisi yang kau mulai,
[02:02.98] Bait yang selalu terhenti,
[02:09.09] Biar kulengkapi,
[02:12.54] Menjadi bagian dari cerita kita.
[02:21.31] Mari coba ku-rangkai,
[02:24.50] Puisi yang kau mulai,
[02:28.48] Bait yang selalu terhenti,
[02:34.33] Biar kulengkapi,
[02:37.25] Menjadi bagian dari cerita kita.
[02:52.92] Dan ketika puisi itu selesai,
[02:58.76] Akan ada kita dalam setiap bait,
[03:04.87] Hingga puisi ini abadi,
[03:10.72] Dalam lirik cinta kita.
