Sialan
[00:16.22] Dari seribu jalan di dunia
[00:20.47] Mengapa
[00:23.12] Berpapasan bertemu dia
[00:29.77] Inginnya lari pergi tanpa kata
[00:34.01] Menyapa
[00:36.60] Sudut mata hafal rupanya
[00:42.45] Lupa bahwa lupakannya tak mudah tapi itu senyuman yang ku suka
[00:55.99] Sepertinya sama
[00:58.38] Tatapan khas matanya masih yang lama
[01:02.63] Kau ajak bicara
[01:06.08] Seketika kembali ku jatuh cinta
[01:11.14] Sialan dia
[01:15.38] Sakit dan air mata sia sia
[01:23.89] Dari begitu banyak manusia
[01:28.13] Mengapa lagi lagi dia yang kujumpa
[01:37.44] Malam hangat tapi ku terjaga
[01:41.42] Rindukan dirinya si pusat kecewa
[01:49.92] Lupa bahwa lupakannya tak mudah
[01:56.03] Tapi menyangkut dia ku tak bisa
[02:03.47] Sepertinya sama
[02:06.13] Tatapan khas matanya masih yang lama
[02:10.38] Kau ajak bicara
[02:13.58] Seketika kembali ku jatuh cinta
[02:18.62] Sialan dia
[02:22.87] Sakit dan air mata sia sia
[02:30.58] Melesat tepat di titik kelemahanku
[02:36.41] Letaknya di hati hatiku ini
[02:44.12] Terbaik tetap selalu ada singgasana
[02:50.76] Tempat untuknya
[02:57.66] Sepertinya sama
[03:00.25] Tatapan khas matanya masih yang lama
[03:04.23] Kau ajak bicara
[03:07.68] Seketika kembali ku jatuh cinta
[03:12.74] Sialan dia
[03:17.01] Sakit dan air mata sia sia
[03:24.89] (Dari begitu banyak manusia)
[03:28.35] (Mengapa lagi lagi hanya dia)
[03:31.53] (Malam yang hangat tapi ku terjaga)
[03:34.98] (Hanyalah dia si pusat kecewa)
[03:40.04] Dari semuanya
[03:44.55] Hanya dia
[03:46.40] Ooh dia
[03:47.99] Yang buat tidurku tak tentu
[03:50.93] Sialan
