[00:11.59] Dari lereng gunung terjal, aku berdiri,
[00:17.45] Menghadap laut yang tak pernah berhenti,
[00:22.76] Mataku berkelana, menatap ombak berbusa,
[00:28.87] Di balik gemuruh, hanya ada satu kurasa.
[00:34.73] Alis gunung menggantung, keras dan tegar,
[00:40.30] Di atas lautan bergejolak, tak teratur,
[00:45.88] Gelombang bergulung, membawa bayanganmu,
[00:51.74] Angin sepoi-sepoi berbisik, napas cintaku.
[00:57.57] Gelombang tak henti, seperti rindu ini,
[01:03.42] Setiap hembusan angin, membawa cintaku,
[01:09.26] Di antara gunung dan lautan yang tak bertepi,
[01:15.11] Aku memikirkanmu, dalam cinta abadi.
[01:20.96] Di setiap gelombang yang datang dan pergi,
[01:26.80] Ada pesan rindu yang tak pernah mati,
[01:32.11] Lautan berbicara, mengungkap rahasia,
[01:38.22] Bahwa cintaku padamu sekuat samudra.
[01:43.79] Gelombang tak henti, seperti rindu ini,
[01:49.64] Setiap hembusan angin, membawa cintaku,
[01:55.48] Di antara gunung dan lautan yang tak bertepi,
[02:01.60] Aku memikirkanmu, dalam cinta abadi.
[02:30.02] Angin bergerak pelan, seperti pelukan yang hilang,
[02:36.39] Membawa harapan dalam tiap gelombang.
[02:41.71] Dan di balik gemuruh ombak yang tak pernah surut,
[02:47.55] Hatiku selalu mengingatmu, seolah laut takkan luput
[03:16.24] Angin bergerak pelan, seperti pelukan yang hilang,
[03:22.88] Membawa harapan dalam tiap gelombang.
