Untuk Apa - Untuk Apa ?
[00:26.93] Rumah ini dahulu sederhana
[00:31.26] Ruang demi ruang dibangun bersama
[00:35.78] Angan-angan yang dulu mimpi belaka
[00:40.31] Kita gapai segala yang tak disangka
[00:44.30] Tak sadar menimbun yang lebih berharga
[00:48.83] Berdiri di atas yang lebih bermakna
[00:53.36] Anak tangga yang berlebihan jumlahnya
[00:57.60] Mendaki terus entah mau ke mana?
[01:02.11] Dan kau selalu bertanya, untuk apa?
[01:06.38] Mengelak, kerap kutemukan jawabnya
[01:10.62] Medusa dan semakin keras kepala
[01:15.13] Seakan hidup hanya untuk bekerja
[01:19.64] Mengejar mimpi sampai tak punya rasa
[01:23.90] Mengejar mimpi sampai lupa keluarga
[01:28.16] Mengejar mimpi lupa dunia nyata
[01:32.42] Mengejar mimpi tapi tidak bersama
[01:35.60] Padahal katanya uang takkan kemana
[01:39.32] Jika memang rezeki ya 'kan ditransfer juga
[01:43.57] Namun dikejar terus seakan satwa langka
[01:48.36] Di prosesnya melintah lupa jadi manusia
[01:52.86] Melihat Hawa jadi panas lupa cuaca
[01:56.86] Tertiup angin buah jatuh digigit juga
[02:01.12] Seakan perlu banyak seperti Dewa Siwa
[02:05.63] Padahal manusia hanya bertangan dua
[02:10.41] Kasur yang luas tapi bangun sendiri
[02:14.18] Mobil baru mengkilap tanpa penumpang di kiri
[02:18.97] Banyak sepatu minim privasi susah pergi
[02:22.96] PS4, nintendo switch tanpa player dua
[02:29.37] Dan dahulu kau bertanya, untuk apa?
[02:33.60] Lalu kuperhatikan ini semua
[02:37.85] Barang mahal yang tidak ada harganya
[02:42.38] Dan sekarang, ku bertanya untuk apa?
[02:46.90] Terlepas apa yang engkau percayai
[02:51.14] Tetap takkan ada yang dibawa mati
[02:55.66] Kembali ke tanah dan tumbuh cemara
[02:59.93] Mana saja harta yang lebih berharga
[03:04.17] Terlepas apa yang engkau percayai
[03:08.69] Tetap takkan ada yang dibawa mati
[03:12.95] Kembali ke tanah dan tumbuh cemara
[03:16.93] Mana saja harta yang lebih berharga
[03:21.45] Terlepas apa yang engkau percayai
[03:25.69] Tetap takkan ada yang dibawa mati
[03:30.21] Menimbun surga yang tak bisa dibagi
[03:34.46] Akhirnya pun wafat sendiri-sendiri
[03:57.05] Mengangkat ikat rambutmu yang tertinggal
[04:05.56] Di lengan kiri mobilku, terakhir kita menonton
[04:14.32] Jariku tak juga kuat, sungguh janggal
[04:23.08] Lebih berat dari seribu ton
[04:31.86] Satu dari ribuan hal kecil
[04:36.09] Yang sekarang menjadi terampil
[04:40.62] Menggosok garam di atas luka
[04:44.86] Dulu tak ada apa-apanya
[04:48.85] Rute pagi yang dahulu ceria
[04:53.37] Menu favorit kini hambar rasanya
[04:57.61] Foto yang tak berani dilirik mata
[05:01.86] Kontak sekarang jadi sebatas nama
[05:06.91] Masing-masing selamat dan bercerita
[05:15.69] Namun tidak lagi miliki bersama
[05:20.21] Cepat namun sendiri, untuk apa?
[05:31.90] Bersama tapi meracuni, untuk apa?
[05:40.39] Cepat namun sendiri, untuk apa?
[05:49.18] Bersama tapi meracuni, untuk apa?
[05:57.68] Cepat namun sendiri, untuk apa?
[06:06.45] Bersama tapi meracuni, untuk apa?
