Sialan
[00:14.94] Dari seribu jalan di dunia
[00:20.05] Mengapa
[00:22.59] Berpapasan bertemu dia
[00:29.29] Inginnya lari pergi tanpa kata
[00:33.52] Menyapa
[00:35.82] Sudut mata hafal rupanya
[00:41.91] Lupa bahwa lupakannya tak mudah tapi itu senyuman yang ku suka
[00:55.35] Sepertinya sama
[00:57.89] Tatapan khas matanya masih yang lama
[01:02.11] Kau ajak bicara
[01:05.13] Seketika kembali ku jatuh cinta
[01:10.58] Sialan dia
[01:14.86] Sakit dan air mata sia sia
[01:23.41] Dari begitu banyak manusia
[01:28.06] Mengapa lagi lagi dia yang kujumpa
[01:36.95] Malam hangat tapi ku terjaga
[01:41.12] Rindukan dirinya si pusat kecewa
[01:49.35] Lupa bahwa lupakannya tak mudah
[01:55.44] Tapi menyangkut dia ku tak bisa
[02:03.04] Sepertinya sama
[02:05.24] Tatapan khas matanya masih yang lama
[02:09.67] Kau ajak bicara
[02:12.75] Seketika kembali ku jatuh cinta
[02:18.24] Sialan dia
[02:22.31] Sakit dan air mata sia sia
[02:29.98] Melesat tepat di titik kelemahanku
[02:36.45] Letaknya di hati hatiku ini
[02:43.65] Terbaik tetap selalu ada singgasana
[02:50.40] Tempat untuknya
[02:56.98] Sepertinya sama
[02:59.52] Tatapan khas matanya masih yang lama
[03:03.66] Kau ajak bicara
[03:06.94] Seketika kembali ku jatuh cinta
[03:12.25] Sialan dia
[03:16.54] Sakit dan air mata sia sia
[00:00.00] Dari begitu banyak manusia
[00:00.00] Mengapa lagi lagi hanya dia
[00:00.00] Malam yang hangat tapi ku terjaga
[00:00.00] Hanyalah dia si pusat kecewa
[00:00.00] Dari begitu banyak manusia
[00:00.00] Mengapa lagi lagi hanya dia
[00:00.00] Malam yang hangat tapi ku terjaga
[00:00.00] Rindukan dia si pusat kecewa
