Niscaya - Bilal Indrajaya
[00:15.91] Semua takkan musnah
[00:19.00] Terlanjur abadi
[00:22.06] Semua yang t'lah lalu
[00:24.22] Takkan menggontai pilu
[00:28.27] Semua tak terlupa
[00:31.38] Telah terukir nyata
[00:34.45] Takkan pernah tergumam
[00:37.02] 'Tuk menepis bayangmu
[00:39.76] Tak berdaya bila harus meninggalkanmu selalu
[00:46.45] Selalu, selagi merindu
[00:52.13] Tak senada, nirmalamu seraya binar murungmu
[00:59.07] Selalu, selagi merindu
[01:05.54] Selalu
[01:10.75] Merindu
[01:13.79] ...
[01:18.33] Semua takkan musnah
[01:21.14] Terlanjur abadi
[01:24.18] Takkan pernah tergumam
[01:26.40] 'Tuk menepis bayangmu
[01:30.99] Tak berdaya bila harus meninggalkanmu selalu
[01:37.93] Selalu, selagi merindu
[01:43.38] Tak senada, nirmalamu seraya binar murungmu
[01:50.31] Selalu, selagi merindu
[01:55.77] Selalu merindu
[02:01.89] Selalu, bila harus jujur
[02:08.17] Selalu merindu
[02:14.32] Selalu, bila harus jujur, oh
[02:21.67] ...
[02:24.77] (Meski di hati, kau yang pertama, ya)
[02:30.94] (Maafkanku bila kau terluka)
[02:33.53] Oh, sadarkah diriku tak mudah
[02:37.19] Memaksa hati untuk mencinta?
[02:42.73] Tak berdaya bila harus meninggalkanmu selalu
[02:49.43] Selalu, selagi merindu
[02:55.12] Tak berdaya, oh, bila harus meninggalkanmu selalu
[03:02.22] Selalu, selagi merindu
[03:07.68] Tak senada, nirmalamu seraya binar murungmu
[03:14.61] Selalu, selagi merindu
[03:23.00] (Meski di hati, kau yang pertama, ya)
[03:26.81] Meski di hatiku, kau yang pertama, oh-ya-oh-ya
[03:35.61] (Meski di hati) meski kau ada di hati (kau yang pertama, ya)
[03:38.51] Oh, maafkan bila kamu terluka (bila kau terluka)
[03:47.43] (Meski di hati, kau yang pertama, ya)
