Lrc Player

buruh pabrik

Unknown artist
[06:22.24]·Synced by Guest·
This lyric sheet isn't paired with a song yet, so lines are shown but won't sync or seek.

[00:01.24] Tekat ku tak akan hilang, meski penuh cacian

[00:08.77] Tubuh ku tak akan tumbang, meski penuh rintangan

[00:16.31] Panas Hujan badai ku terjang, melawan semua tantangan

[00:23.58] Ya ya ya

[00:26.55] Bagun pagi langsung mandi jangan lupa minum kopi.

[00:29.76] Motor sudah di panasi kita kerja hari ini.

[00:33.30] Ini cerita cerita ku sebagai buruh pabrik

[00:36.26] Badan ku setiap hari ter cabik cabik

[00:38.94] Pikiran ku terasa di obrak abrik.

[00:41.66] Jam lima pagi langsung tancap gas di jalanan

[00:44.64] Lampu kota redup jadi saksi perjuangan

[00:48.40] Udara dingin menusuk sampai ke badan

[00:52.47] Namun hidup keras gak bisa ditinggalkan

[00:55.96] Sampai di pabrik suara mesin bertebaran

[00:59.46] Mandor teriak keras kasih tekanan

[01:03.78] Target produksi naik tiap mingguan

[01:07.02] Bikin kepala panas penuh beban

[01:11.06] Tangan bergerak cepat lawan kelelahan

[01:13.48] Keringat jatuh deras sampai kebasahan

[01:15.68] Kadang hati pengen cari ketenangan

[01:18.65] Namun tagihan datang tanpa ampun

[01:25.94] Teman di samping sama sama bertahan

[01:28.08] Walau hidup sering terasa kejam

[01:29.95] Kami tertawa kecil hilangkan tekanan

[01:32.14] Biar mental gak tenggelam dalam beban

[01:40.82] Jam istirahat cuma sebentar berjalan

[01:42.44] Nasi bungkus murah jadi andalan

[01:44.88] Cerita cicilan sampai kebutuhan

[01:47.30] Jadi topik utama dalam percakapan

[01:50.59] Malam datang badan mulai kerinduan

[01:54.66] Kaki pegal kepala penuh tekanan

[01:56.54] Namun lihat keluarga penuh harapan

[01:58.42] Bikin aku kuat lebih lanjut perjuangan

[02:04.43] Aku sadar hidup bukan dongengan

[02:06.59] Kadang jatuh kadang penuh cacian

[02:09.82] Namun aku tetap berdiri melawan keadaan

[02:14.13] Karena mimpi besar masih di depan

[02:21.14] Tekat ku tak akan hilang, meski penuh cacian

[02:28.17] Tubuh ku tak akan tumbang, meski penuh rintangan

[02:35.70] Panas Hujan badai ku terjang, melawan semua tantangan

[02:44.33] Alarm pagi bunyi jadi pembukaan

[02:47.58] Mata merah karena kurang istirahat malam

[02:49.44] Ku seduh kopi pahit cari kekuatan

[02:51.33] Buat lanjut hidup penuh tekanan

[02:53.24] Motor tua kembali jadi andalan

[02:55.12] Lewati jalan penuh kemacetan

[02:56.71] Kulihat wajah pekerja penuh harapan

[02:58.62] Sama sama berjuang demi kehidupan

[03:00.75] Pabrik panas seperti kobaran

[03:02.62] Suara mesin keras bikin ketegangan

[03:04.51] Tangan pegal karena pekerjaan

[03:06.40] Namun target tetap jadi tuntutan

[03:08.26] Mandor datang dengan nada ancaman

[03:10.45] Bikin suasana makin menegangkan

[03:12.08] Aku diam tahan amarah

[03:14.22] Karena hidup butuh penghasilan

[03:16.67] Jam makan jadi waktu hiburan

[03:19.67] Duduk bersama teman seperjuangan

[03:21.31] Cerita hutang sampai kebutuhan

[03:23.47] Jadi candaan buat hilang tekanan

[03:29.13] Lembur malam jadi kebiasaan

[03:31.01] Lampu neon jadi menerangi

[03:32.68] Mata berat badan kelelahan

[03:35.34] Namun pekerjaan belum kelar harian

[03:40.47] Kadang-kadang aku iri melihat kemewahan

[03:41.81] Orang berdasi hidup nyaman

[03:43.97] sedangkan aku mandi keringat

[03:46.12] Demi keluarga dan masa depan

[03:49.08] Namun aku tetap punya keyakinan

[03:51.00] Semua luka ini bukan sia-sia perjalanan

[03:53.21] Suatu saat nanti datang kemenangan

[03:56.69] Buat semua buruh penuh pengorbanan

[04:02.67] Tekat ku tak akan hilang, meski penuh cacian

[04:09.93] Tubuh ku tak akan tumbang, meski penuh rintangan

[04:16.93] Panas Hujan badai ku terjang, melawan semua tantangan

[04:27.37] Detik waktu melangkah, tubuh pun mulai goyah

[04:30.05] Semangat tak kan pudar, impian terus ku kejar

[04:34.32] Meski dunia mencaci, aku tetap berdiri

[04:37.88] Ku yakin suatu hari, akan terbit mentari

[04:42.25] Ku rangkai kata kata menjadi lirik

[04:43.90] Ku ​​susun bit demi bit menjadi musik

[04:45.53] Gemuruh mesin dan atasan brisik

[04:47.69] Kunikmati setiap hari bagaikan musik

[04:49.60] Kebutuhan setiap hari yang membuat aku panik

[04:51.75] Wajah kusam badan lesu seperti kurang piknik

[04:53.60] Namun hidup tetap harus kutaklukkan

[04:55.79] Walau terkadang hati penuh tekanan

[04:57.69] Suara mesin jadi nada kehidupan

[04:59.59] Yang tiap hari menemani perjuangan

[05:02.88] Tanganku kasar penuh goresan

[05:05.02] Jadi bukti kerasnya pekerjaan

[05:06.65] Keringat jatuh jadi pengorbanan

[05:08.56] Buat keluarga dan masa depan

[05:12.12] Musik ini jadi tempat curhatan

[05:13.78] Tentang pekerja penuh tekanan

[05:15.41] Tentang mimpi dan harapan

[05:17.02] Yang terus hidup dalam pikiran

[05:19.18] Teman teman bernyanyi ikutan

[05:21.05] Hilangkan penat dan kesedihan

[05:22.94] Walau hidup penuh cobaan

[05:24.33] Kami tetap kuat bertahanan

[05:26.44] Aku percaya akan datang perubahan

[05:28.34] Buat semua buruh penuh impian

[05:30.50] Semua luka dan pengorbanan

[05:32.38] Pasti terbayar oleh kemenangan

[05:36.74] Walau badai terus ber datangan

[05:41.08] Aku tetap melawan keadaan

[05:44.32] Karena hidup butuh perjuangan

[05:48.06] Dan mimpi tak boleh hilang

[05:51.28] Yeah yeah yeah

[05:53.16] Untuk semua buruh penuh harapan

[05:56.64] Tetap berdiri lawan tekanan

[06:00.40] Karena kerja keras membawa kemenangan

[06:04.43] Terus melangkah demi masa depan...