buruh pabrik
[00:01.24] Tekat ku tak akan hilang, meski penuh cacian
[00:08.77] Tubuh ku tak akan tumbang, meski penuh rintangan
[00:16.31] Panas Hujan badai ku terjang, melawan semua tantangan
[00:23.58] Ya ya ya
[00:26.55] Bagun pagi langsung mandi jangan lupa minum kopi.
[00:29.76] Motor sudah di panasi kita kerja hari ini.
[00:33.30] Ini cerita cerita ku sebagai buruh pabrik
[00:36.26] Badan ku setiap hari ter cabik cabik
[00:38.94] Pikiran ku terasa di obrak abrik.
[00:41.66] Jam lima pagi langsung tancap gas di jalanan
[00:44.64] Lampu kota redup jadi saksi perjuangan
[00:48.40] Udara dingin menusuk sampai ke badan
[00:52.47] Namun hidup keras gak bisa ditinggalkan
[00:55.96] Sampai di pabrik suara mesin bertebaran
[00:59.46] Mandor teriak keras kasih tekanan
[01:03.78] Target produksi naik tiap mingguan
[01:07.02] Bikin kepala panas penuh beban
[01:11.06] Tangan bergerak cepat lawan kelelahan
[01:13.48] Keringat jatuh deras sampai kebasahan
[01:15.68] Kadang hati pengen cari ketenangan
[01:18.65] Namun tagihan datang tanpa ampun
[01:25.94] Teman di samping sama sama bertahan
[01:28.08] Walau hidup sering terasa kejam
[01:29.95] Kami tertawa kecil hilangkan tekanan
[01:32.14] Biar mental gak tenggelam dalam beban
[01:40.82] Jam istirahat cuma sebentar berjalan
[01:42.44] Nasi bungkus murah jadi andalan
[01:44.88] Cerita cicilan sampai kebutuhan
[01:47.30] Jadi topik utama dalam percakapan
[01:50.59] Malam datang badan mulai kerinduan
[01:54.66] Kaki pegal kepala penuh tekanan
[01:56.54] Namun lihat keluarga penuh harapan
[01:58.42] Bikin aku kuat lebih lanjut perjuangan
[02:04.43] Aku sadar hidup bukan dongengan
[02:06.59] Kadang jatuh kadang penuh cacian
[02:09.82] Namun aku tetap berdiri melawan keadaan
[02:14.13] Karena mimpi besar masih di depan
[02:21.14] Tekat ku tak akan hilang, meski penuh cacian
[02:28.17] Tubuh ku tak akan tumbang, meski penuh rintangan
[02:35.70] Panas Hujan badai ku terjang, melawan semua tantangan
[02:44.33] Alarm pagi bunyi jadi pembukaan
[02:47.58] Mata merah karena kurang istirahat malam
[02:49.44] Ku seduh kopi pahit cari kekuatan
[02:51.33] Buat lanjut hidup penuh tekanan
[02:53.24] Motor tua kembali jadi andalan
[02:55.12] Lewati jalan penuh kemacetan
[02:56.71] Kulihat wajah pekerja penuh harapan
[02:58.62] Sama sama berjuang demi kehidupan
[03:00.75] Pabrik panas seperti kobaran
[03:02.62] Suara mesin keras bikin ketegangan
[03:04.51] Tangan pegal karena pekerjaan
[03:06.40] Namun target tetap jadi tuntutan
[03:08.26] Mandor datang dengan nada ancaman
[03:10.45] Bikin suasana makin menegangkan
[03:12.08] Aku diam tahan amarah
[03:14.22] Karena hidup butuh penghasilan
[03:16.67] Jam makan jadi waktu hiburan
[03:19.67] Duduk bersama teman seperjuangan
[03:21.31] Cerita hutang sampai kebutuhan
[03:23.47] Jadi candaan buat hilang tekanan
[03:29.13] Lembur malam jadi kebiasaan
[03:31.01] Lampu neon jadi menerangi
[03:32.68] Mata berat badan kelelahan
[03:35.34] Namun pekerjaan belum kelar harian
[03:40.47] Kadang-kadang aku iri melihat kemewahan
[03:41.81] Orang berdasi hidup nyaman
[03:43.97] sedangkan aku mandi keringat
[03:46.12] Demi keluarga dan masa depan
[03:49.08] Namun aku tetap punya keyakinan
[03:51.00] Semua luka ini bukan sia-sia perjalanan
[03:53.21] Suatu saat nanti datang kemenangan
[03:56.69] Buat semua buruh penuh pengorbanan
[04:02.67] Tekat ku tak akan hilang, meski penuh cacian
[04:09.93] Tubuh ku tak akan tumbang, meski penuh rintangan
[04:16.93] Panas Hujan badai ku terjang, melawan semua tantangan
[04:27.37] Detik waktu melangkah, tubuh pun mulai goyah
[04:30.05] Semangat tak kan pudar, impian terus ku kejar
[04:34.32] Meski dunia mencaci, aku tetap berdiri
[04:37.88] Ku yakin suatu hari, akan terbit mentari
[04:42.25] Ku rangkai kata kata menjadi lirik
[04:43.90] Ku susun bit demi bit menjadi musik
[04:45.53] Gemuruh mesin dan atasan brisik
[04:47.69] Kunikmati setiap hari bagaikan musik
[04:49.60] Kebutuhan setiap hari yang membuat aku panik
[04:51.75] Wajah kusam badan lesu seperti kurang piknik
[04:53.60] Namun hidup tetap harus kutaklukkan
[04:55.79] Walau terkadang hati penuh tekanan
[04:57.69] Suara mesin jadi nada kehidupan
[04:59.59] Yang tiap hari menemani perjuangan
[05:02.88] Tanganku kasar penuh goresan
[05:05.02] Jadi bukti kerasnya pekerjaan
[05:06.65] Keringat jatuh jadi pengorbanan
[05:08.56] Buat keluarga dan masa depan
[05:12.12] Musik ini jadi tempat curhatan
[05:13.78] Tentang pekerja penuh tekanan
[05:15.41] Tentang mimpi dan harapan
[05:17.02] Yang terus hidup dalam pikiran
[05:19.18] Teman teman bernyanyi ikutan
[05:21.05] Hilangkan penat dan kesedihan
[05:22.94] Walau hidup penuh cobaan
[05:24.33] Kami tetap kuat bertahanan
[05:26.44] Aku percaya akan datang perubahan
[05:28.34] Buat semua buruh penuh impian
[05:30.50] Semua luka dan pengorbanan
[05:32.38] Pasti terbayar oleh kemenangan
[05:36.74] Walau badai terus ber datangan
[05:41.08] Aku tetap melawan keadaan
[05:44.32] Karena hidup butuh perjuangan
[05:48.06] Dan mimpi tak boleh hilang
[05:51.28] Yeah yeah yeah
[05:53.16] Untuk semua buruh penuh harapan
[05:56.64] Tetap berdiri lawan tekanan
[06:00.40] Karena kerja keras membawa kemenangan
[06:04.43] Terus melangkah demi masa depan...
