14
[00:01.60] 14
[00:13.82] Satu atap, namun jarak terasa membentang
[00:20.73] Ada dinding beku yang dulu tak kasat mata
[00:27.64] Namun cintaku padamu tak pernah lekang
[00:34.28] Meski senyummu saat itu belum sepenuhnya ada
[00:45.16] Musim berganti, tahun-tahun berlalu
[00:52.07] Terkadang lelah mencoba berbisik di telinga
[00:59.25] Namun janjiku pada Tuhan dan padamu
[01:05.62] Adalah bertahan, menunggumu sedia
[01:16.24] Dalam hening malam aku terus berdoa...
[01:23.42] Semoga tiba harinya, kau benar-benar menatapku...
[01:33.51] Empat belas tahun... waktu yang tak sebentar
[01:40.68] Menanti kuncup di hatimu perlahan mekar
[01:47.33] Kini kau tatap mataku tanpa ada ragu
[01:53.96] Membuka seluruh pintu hatimu untukku
[02:01.40] Segala perih terbayar sudah hari ini
[02:08.57] Saat akhirnya kau mencintaiku... sepenuh hati.
[02:29.03] Kini genggaman tanganmu terasa berbeda
[02:36.20] Ada kehangatan yang dulu hanya bisa kumimpi
[02:43.37] Tak ada lagi sekat, tak ada lagi rahasia
[02:50.01] Kini jiwamu hadir utuh, menemani langkahku ini
[03:00.64] Banyak yang mungkin menyerah di pertengahan jalan
[03:07.28] Namun cintaku tak pernah pandai melepaskan
[03:14.45] Biar badai waktu menguji semua keteguhan
[03:21.35] Kini engkau lebur... dalam dekapku yang terdalam!
[03:56.77] Empat belas tahun... waktu yang tak sebentar
[04:03.15] Menanti kuncup di hatimu perlahan mekar
[04:10.32] Kini kau tatap mataku tanpa ada ragu
[04:16.69] Membuka seluruh pintu hatimu untukku
[04:24.12] Segala perih terbayar sudah hari ini
[04:31.03] Saat akhirnya kau mencintaiku... sepenuh hati.
[04:52.55] Empat belas tahun...
[04:58.12] Penantian paling indah dalam hidupku...
[05:06.62] Terima kasih, istriku...
[05:10.87] Telah mengizinkanku pulang...
[05:14.33] Menjadi satu-satunya... di dalam hatimu...
