Dua Timbangan
[00:21.92] Verse 1]
[00:23.24] Banyak suara yang silih berganti
[00:29.09] Menilai langkah yang sedang kulewati
[00:36.60] Bila tak sama dengan kacamata mereka
[00:43.77] Aku dianggap salah, dianggap hilang arah
[00:51.48] Dihakimi dari luar, dari apa yang terlihat
[01:04.51] Oleh mata manusia yang pandangannya singkat.
[01:20.18] Kadang kita lelah mengejar pujian
[01:26.29] Mencoba sempurna di atas panggung buatan
[01:33.18] Melakukan segalanya agar dunia bersorak
[01:40.62] Namun di dalam batin, hati nurani memberontak
[01:48.08] Ternyata sorak-sorai dan manisnya sanjungan
[01:54.99] Bisa jadi dosa yang samar di hadapan Tuhan.
[02:05.36] Kusadari kini ada sebuah rahasia
[02:12.51] Tentang dua timbangan yang jauh berbeda...
[02:21.28] Benar di mata manusia, belum tentu benar bagi-Nya
[02:28.99] Yang dipuja-puja dunia, bisa jadi hampa di mata Sang Pencipta
[02:38.02] Dan yang benar di mata Tuhan, seringkali manusia salahkan
[02:47.85] Dianggap bodoh, dikucilkan, dan ditinggalkan.
[02:55.29] Biar saja aku kehilangan panggung dunia
[03:02.73] Asal di hadapan-Nya, langkahku terjaga.
[03:13.87] Manusia menilai dari pakaian dan rupa
[03:20.25] Tuhan menyelami hati yang penuh rahasia
[03:27.16] Manusia menghukum dari satu kesalahan
[03:34.87] Tuhan memeluk dari sebulir penyesalan
[03:42.30] Buat apa terlihat agung di mata sesama
[03:48.95] Jika di hadapan Tuhan, jiwa ini tak bermakna?
[03:59.02] Kusadari kini ada sebuah rahasia
[04:06.47] Tentang dua timbangan yang jauh berbeda...
[04:14.98] Benar di mata manusia, belum tentu benar bagi-Nya
[04:22.95] Yang dipuja-puja dunia, bisa jadi hampa di mata Sang Pencipta
[04:31.71] Dan yang benar di mata Tuhan, seringkali manusia salahkan
[04:41.27] Dianggap bodoh, dikucilkan, dan ditinggalkan.
[04:48.71] Biar saja aku kehilangan panggung dunia
[04:55.88] Asal di hadapan-Nya, langkahku terjaga.
[05:12.61] Tak usah lagi lelah mencari pengakuan
[05:21.11] Dari mereka yang tak menggenggam kehidupan
[05:28.54] Biar aku berjalan di jalan yang sepi
[05:35.46] Tak butuh sorot lampu, tak butuh simpati
[05:43.16] Karena pada akhirnya di ujung napas nanti
[05:49.80] Hanya timbangan-Nya yang akan mengadili.
[06:14.51] Benar di mata manusia, belum tentu benar bagi-Nya
[06:21.96] Yang dipuja-puja dunia, bisa jadi hampa di mata Sang Pencipta
[06:30.97] Dan yang benar di mata Tuhan, seringkali manusia salahkan
[06:40.82] Dianggap bodoh, dikucilkan, dan ditinggalkan.
[06:47.47] Biar saja aku kehilangan panggung dunia
[06:55.43] Asal di hadapan-Nya, hatiku bernilai harganya.
[07:06.89] Berhenti mendengarkan riuh manusia...
[07:16.71] Cukup dengarkan bisikan-Nya di dalam dada...
[07:23.63] Biarlah duniaku sunyi dari tepuk tangan...
[07:31.34] Asal aku berpulang... membawa kebenaran.
