setetes air hina
[00:25.76] Hei, jangan mentang-mentang punya
[00:30.35] Memandang orang tidak dengan sebelah mata
[00:37.37] Hei, jangan mentang-mentang kuasa
[00:41.87] Menyuruh orang tolak pinggang setinggi dada
[00:49.32] Itu kesombongan (itu kesombongan)
[00:54.32] Itu keangkuhan (itu keangkuhan)
[01:00.12] Bukan pakaianmu tapi pakaian Tuhan
[01:05.86] Yang berhak disembah oleh segenap alam
[01:12.35] Hei, silakan punya dan kuasa
[01:17.39] Tapi janganlah angkuh sombong pada sesama
[01:56.08] Bukankah engkau dilahirkan telanjang
[02:28.34] Tanpa sehelai benang
[02:36.27] Kemudian berkat rahmat-Nya Tuhan
[02:41.07] Kau bisa jadi orang
[02:46.30] Tak malukah, tak sadarkah
[02:51.14] Kau kira dirimu siapa
[02:56.33] Hei, tidakkah kau perhatikan
[03:01.38] Dari apakah dulu dirimu dijadikan
[03:08.57] Hei, dari tetes air hina
[00:00.00] Kau diciptakan lalu engkau disempurnakan
[00:00.00] Itu kesombongan (itu kesombongan)
[00:00.00] Itu keangkuhan (itu keangkuhan)
[00:00.00] Tak pantas kau sandang sebagai seorang insan
[00:00.00] Yang tiada daya tanpa kehendak Tuhan
[00:00.00] Hei, silakan punya dan kuasa
[00:00.00] Tapi janganlah angkuh sombong pada sesama
