Aku Maafkan Kamu
[00:06.89] Aku minta maaf di atas segala perbuatanku
[00:10.89] Ternyata kamu lebih suci dari apa yang kubayangkan
[00:15.40] Ada teratak di hujung kampung
[00:17.90] Bawah cermin kopak ada kotak
[00:20.65] Tersembunyi dalamnya ada tempurung
[00:23.40] Sembunyi bawahnya katak melalak
[00:26.63] Atur sepuluh daktil batal yang batil
[00:29.14] Detik dua usul ditutup satu lagi tampil
[00:31.89] Dari halaman rusuk kiri satu susuk ganjil
[00:34.64] Minta diisolasi dari dalil busuk jahil
[00:37.39] Aspirasi tak serasi dengan suara bunyi
[00:40.14] Inkarserasi dari penghuni dan keluarga bumi
[00:42.90] Surat wasiatnya atas paksi dalam rumi
[00:45.40] Minta dikebumikan hidup-hidup dalam guni
[00:48.15] Mana cepat terbang atau warna gelang tangan
[00:50.65] Buah fikiran aneh tergantung di persimpangan
[00:53.64] Halusinasi susuli ketandusan ihsan
[00:56.14] Ubat parut auditori kesan artileri insan
[00:58.89] Gagal dikesan
[00:59.88] Aku maafkan kamu
[01:04.39] Tak perlu kita bertemu
[01:06.65] Cukup kau tahu
[01:09.89] Yang aku maafkan kamu
[01:15.40] Tolong teruskan hidup
[01:16.89] Jangan sebut namaku
[01:21.39] Timbul tenggelam, timbul tenggelam
[01:23.90] Acapkali terpendam, acapkali tersergam
[01:26.39] Cermin muka kopak penuh bintik hitam silam
[01:29.39] Ini bukan lagu rindu, ini madah dendam
[01:31.64] Ku ditimbang tanpa neraca di awal usia
[01:34.39] Ku dihukum masuk neraka oleh manusia
[01:37.14] Minta tunjuk lubang atau pintu tak dapat jawapan jitu
[01:40.14] Jadi aku tak berganjak biarkan saja begitu
[01:43.15] Maafkan mereka, mereka tidak tahu
[01:45.90] Mereka tidak ramas buku, mereka segan ilmu
[01:48.64] Mereka tidak fasih malah, fasik guna kata
[01:51.15] Kita kongsi nama bangsa tapi tidak kasta bahasa
[01:54.14] Maafkan mereka, mereka tiada nilai
[01:56.64] Ibu bapak lalai dari kecil dah diabai
[01:59.66] Tanpa kasih sayang, mereka suka menyakiti
[02:02.14] Kita kongsi warna mata tapi tidak warna hati
[02:04.40] Atas kepala murai sekawan
[02:07.15] Baling ku ramit kucup lehernya
[02:09.90] Terlalu rahi dendam di angan
[02:12.14] Sampai terkacip mulut mahirnya
[02:15.40] Aku maafkan kamu
[02:21.15] Tak perlu kita bertemu
[02:23.14] Cukup kau tahu
[02:26.40] Yang aku maafkan kamu
[02:31.90] Tolong teruskan hidup
[02:33.40] Jangan sebut namaku
[02:37.15] Jangan ahli sihir seru nama maharaja
[02:39.64] Nanti segerombolan hantu bisu yang menjelma
[02:42.64] Guna hak berfikir sebelum hak untuk bersuara
[02:45.15] Kalau terpelajar sila guna hak Miranda
[02:47.90] Pura-pura dengar, telan tapi tidak hadam
[02:50.65] Hafaz bila lafaz tapi mereka tidak faham
[02:53.40] Mereka mula kiri, aku kanan bila baca
[02:56.14] Sudah mahir rumi, mari tafsir alif ba ta (alif)
[02:59.40] Ada teratak di hujung kampung (ba)
[03:01.65] Bawah cermin kopak ada kotak (ta)
[03:04.39] Tersembunyi dalamnya ada tempurung
[03:06.88] Sembunyi bawahnya katak melalak (alif)
[03:09.64] Ada teratak di hujung kampung (ba)
[03:12.64] Bawah cermin kopak ada kotak (ta)
[03:15.15] Tersembunyi dalamnya ada tempurung
[03:17.64] Sembunyi bawahnya katak melalak
[03:21.89] Aku maafkan kamu
[03:26.14] Tak perlu kita bertemu
[03:28.65] Cukup kau tahu
[03:31.90] Yang aku maafkan kamu
[03:37.15] Tolong teruskan hidup
[03:39.14] Jangan sebut namaku
[03:42.64] Ada teratak di hujung kampung
[03:45.39] Bawah cermin kopak ada kotak
[03:47.90] Tersembunyi dalamnya ada tempurung
[03:50.63] Sembunyi bawahnya katak melalak
[03:56.41] Ternyata kamu lebih suci dari apa yang kubayangkan
