Kisah Dari Selatan Jakarta
[00:52.77] Ijinkan hamba menutur sebuah cerita
[01:00.53] Yang terpenggal di selatan Jakarta
[01:07.53] Bukan gegap gempita, serta baik buruk sarana
[01:15.28] Tiada angan hampa penuh peluh atau pun nestapa
[01:23.28] Ini kisah yang tak akan mungkin terlupa
[01:30.79] Tanpa nuansa asmara dan cinta
[01:38.01] Tak perlu ada rahasia, dusta bahkan tipu daya
[01:45.53] Semua terasa hampa nampaknya
[01:53.28] (Jika gundah yang tuan rasa)
[01:57.29] Jika gundah tuan rasa, gulana harap sebuah makna
[02:04.27] Ancam hamba kan disiksa, tak mengapa (tak mengapa)
[02:11.78] (Pun hamba tak kuasa menutur paksa makna cerita)
[02:18.78] (Hamba tak ingin ada kecewa)
[02:25.26] (Interlude)
[02:56.04] Hapus air mata, titisan duka lara
[03:03.53] Jua hamba tak memelas dipuja
[03:11.04] Derita dan buruk sangka, suka cita penuh tawa
[03:18.28] Entah apa pun hendak dikata
[03:26.01] (Jika gundah yang tuan rasa)
[03:29.78] Jika gundah tuan rasa, gulana harap sebuah makna
[03:36.77] Ancam hamba kan disiksa, tak mengapa (tak mengapa)
[03:44.29] (Jika ada yang bertanya, oh ini kisah tentang apa)
[03:54.27] Maafkanlah hamba oh sungguh pun hamba tak kuasa
[04:02.03] (Baiknya duduk manis saja, simak hamba bercerita)
[04:09.54] Dan tak perlu tuan tanya
[04:14.53] Hamba tak akan pernah mampu untuk menjawabnya
